Apa itu Anemia ?

Penyakit anemia adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah lebih rendah dari jumlah normal.

Anemia juga bisa terjadi jika sel-sel darah merah tidak mengandung cukup hemoglobin. Hemoglobin adalah protein kaya zat besi yang memberikan warna merah darah. Protein ini membantu sel-sel darah merah membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Anemia tidak boleh dianggap sepele karena Anemia yang parah atau berlangsung lama dapat merusak jantung, otak, dan organ lain dalam tubuh Anda. Anemia sangat parah bahkan dapat menyebabkan kematian.

Read More : Menjaga Kesehatan Sistem Syaraf

Waspada Pada Anemia

Apa Saja Penyebab Anemia ?

Hemoglobin adalah protein pembawa oksigen dalam sel darah merah dan protein inilah yang memberikan warna merah pada sel darah merah. Bagi pengidap anemia, mereka tidak memiliki cukup hemoglobin.

Kemungkinan penyebab anemia meliputi:

  1. Konsumsi obat-obatan tertentu.
  2. Adanya penyakit kronis seperti ginjal, kanker, ulcerative colitis, atau rheumatoid arthritis.
  3. Mengidap beberapa bentuk anemia, seperti talasemia atau anemia sel sabit, yang bisa diturunkan.
  4. Sedang hamil.
  5. Memiliki masalah kesehatan dengan sumsum tulang seperti limfoma, leukemia, myelodysplasia, multiple myeloma, atau anemia aplastik.
  6. Kekurangan vitamin dan zat besi.
  7. Menstruasi.
  8. Riwayat anemia di keluarga.
  9. Penambahan usia akan meningkatkan risiko seseorang terkena anemia.
  10. Faktor lain, seperti infeksi, kelainan darah, penyakit autoimun, kecanduan alkohol, terkena zat kimia beracun, dan efek samping dari obat dapat meningkatkan risiko anemia pada seseorang.

Bagaimana Tanda-Tanda Seseorang Terkena Anemia ?

  1. Badan terasa lemas dan cepat lelah.
  2. Kulit terlihat pucat atau kekuningan.
  3. Detak jantung tidak beraturan.
  4. Napas pendek.
  5. Pusing dan berkunang-kunang.
  6. Nyeri dada.
  7. Tangan dan kaki terasa dingin.
  8. Sakit kepala.
  9. Sulit Berkonsentrasi.
  10. Insomnia.
  11. Kaki kram.

Tips-Tips Agar Terhindar dari Anemia

  1. Makanan yang kaya akan zat besi, seperti daging sapi, kacang-kacangan, sereal yang diperkaya zat besi, sayuran berdaun hijau gelap, dan buah kering.
  2. Makanan yang kaya akan asam folat, seperti buah-buahan, sayuran berdaun hijau gelap, kacang hijau, kacang merah, kacang tanah, gandum, sereal, pasta, dan nasi.
  3. Makanan yang kaya akan vitamin B12, seperti daging, susu, keju, sereal, dan makanan dari kedelai (tempe atau tahu).
  4. Makanan yang kaya akan vitamin C, seperti jeruk, merica, brokoli, tomat, melon, dan stroberi. Makanan-makanan tersebut dapat membantu penyerapan zat besi.
  5. Konsumsi Beras Merah Organik

Halo. Mau pesan atau ada yang ingin dibantu? Chat WhatsApp di sini.
Powered by